Rabu, 30 September 2009

Tahu Bandara Ditutup, Lion Air Salahkan Cuaca

Lion Air: "Saat kita akan memberangkatkan lagi pesawat, bandara sudah ditutup".

Jum'at, 30 September 2011, 21:30 WIB
Syahid Latif, Iwan Kurniawan
Pesawat Lion Air Parkir di Hanggar Bandara (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews
- Tiga jadwal penerbangan Lion Air dengan penumpang sebanyak 311 orang dari Mataram menuju Jakarta, Surabaya dan Denpasar dibatalkan hari ini terkait penutupan bandara Selaparang, Mataram yang dimulai pada Pukul 18.00 WIB.

Padahal pengelola Bandara telah mengimbau maskapai penerbangan untuk tidak menjual tiket terkait adanya jadwal penutupan Bandara Selaparang yang akan digantikan oleh Bandara Internasional Lombok. Apa tanggapan Lion Air mengenai pembatalan pemberangkatan tersebut?

"Itu karena cuaca buruk jadi pesawat kita terlambat landing di sana, dan saat kita akan memberangkatkan lagi pesawat, bandara sudah ditutup," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait saat dihubungi VIVAnews.com, Jumat 30 September 2011.

Rencana semula, Lion Air akan memberangkatkan tiga jadwal penerbangan dari Mataram yaitu pesawat JT-659 tujuan Jakarta pada pukul 17.55 WITA, JT-1873 tujuan Surabaya pukul 19.20 WITA, dan IW-1855 tujuan Denpasar pukul 17.40 WITA.

Namun ketiganya gagal berangkat karena operasional bandara Selaparang telah tutup karena besok pagi akan digantikan oleh Bandara Internasional Lombok yang mulai beroperasi pada pukul 10.00 WITA.

Lion Air berjanji akan memberangkatkan sekitar 311 penumpang yang gagal berangkat esok hari. Lion Air telah memberikan kompensasi berupa penginapan bagi penumpang yang berasal dari luar kota.

"Kami akan memberangkatkan penumpang besok, karena pesawat kita kan sudah ada di sana (Bandara Internasional Lombok)," ujar Edward.

Pihak Lion Air sebenarnya telah mengetahui rencana penutupan bandara Selaparang tersebut. Namun akibat rotasi pesawat dan cuaca buruk membuat pesawat datang terlambat ke bandara sehingga yang seharusnya pesawat berangkat sebelum bandara ditutup jadi tidak bisa diberangkatkan.

"Sebenarnya berita penutupan kita sudah tahu, hanya karena rotasi pesawat dan terkena delay, jadi pesawat tidak bisa berangkat dari Bandara Mataram," kata Edwad.

Dari pantauan VIVAnews di lokasi menemukan sejumlah penumpang sempat mendatangi loket pelayanan dari setiap maskapai penerbangan tersebut. Tak hanya penduduk lokal, sejumlah wisatawan asing juga harus mengalami kekecewaan karena tidak bisa kembali ke negara asalnya.

Richard yang merupakan warga Australia sebenarnya sudah memesan tiket tiga hari yang lalu. Rencananya dia akan kembali ke Australia dengan menumpang pesawat Lion Air yang singgah di Denpasar, Bali terlebih dahulu.

Kericuhan sempat terjadi ketika para penumpang tersebut meminta kejelasan dari pihak Lion mengenai nasib penerbangan mereka. Bahkan aparat kepolisian dari Polres Mataram sempat diturunkan untuk melerai kericuhan.
• VIVAnews
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Gudang Ilmu Powered by Blogger