Senin, 07 Desember 2009

BPOM: Belum Ditemukan Bakteri E Coli

Berdasarkan penelitian, bakteri itu akan mati bila terkena suhu tujuh derajat celsius.
Rabu, 8 Juni 2011, 09:16 WIB
Antique
Kepala BPOM Kustantinah (kiri) (ANTARA/Fanny Octavianus)

VIVAnews
- Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan hingga saat ini, belum ditemukan produk impor pangan olahan asal Eropa maupun negara lain yang mengandung bakteri Escherichia Coli (E Coli) yang telah menjangkiti ribuan orang.


"Hingga saat ini, produk impor pangan olahan dari Eropa maupun negara lain aman dari bakteri E Coli," kata Kustantinah, Kepala BPOM, saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Rabu 8 Juni 2011.

Menurut Kustantinah, produk pangan olahan impor dinilai bebas dari bakteri itu karena berdasarkan penelitian E Coli akan mati bila terkena suhu tujuh derajat celsius. "Yang disinyalir terkena wabah itu kan, pangan segar, baik buah-buahan maupun sayur mayur," tuturnya.

Kendati produk pangan olahan impor tidak mengandung bakteri E Coli, kata dia, BPOM terus melakukan pengawasan dan pengujian di laboratorium terhadap pangan di sejumlah pasar maupun supermarket. "Kami tetap waspada akan wabah yang saat ini sedang melanda Eropa," ujar Kustantinah.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau pada masyarakat agar waspada terhadap penyakit akibat bakteri E Coli. Sebab, menurut dari data Kementerian Kesehatan, wabah penyakit ini sebenarnya mulai terjadi di Jerman pada pertengahan Mei 2011.

Sampai 2 Juni 2011, Jerman menemukan 520 kasus haemolytic uraemic syndrome (HUS) dengan 11 kematian. Terdapat 1.213 kasus enterohaemorrhagic Escherichia coli (EHEC), 6 diantaranya meninggal. Artinya, di Jerman terdapat 1.733 kasus dan 17 kematian .

"Selain Jerman, ada 11 negara lain yang menemukan kasus yang sama yaitu Austria, Czech Republic, Denmark, Prancis, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Inggris dan Amerika Serikat," kata Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, dalam rilis yang diterima VIVAnews.com.

• VIVAnews
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Gudang Ilmu Powered by Blogger