Rabu, 16 Desember 2009

Kisah Korban Penyerangan di Ponpes Sidoarjo

Muhammad Ali Reza (15) menjalani perawatan di RS Mata Undaan, Surabaya.
Rabu, 16 Februari 2011, 21:14 WIB
Elin Yunita Kristanti
Oegroseno dan Badrodin Haiti (Antara/ Irsan Mulyadi)

VIVAnews
-- Sejumlah santri terluka dalam penyerangan sekelompok orang ke Pesantren Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Desa Kenep, Beji, Pasuruan, Selasa sore.


Salah satunya Muhammad Ali Reza (15), yang terkena lemparan batu di bagian mata kanan. Kini ia menjalani perawatan di RS Mata Undaan, Surabaya.

"Kelihatannya lukanya cukup parah. Kami menunggu hasil CT Scan dari dokter," kata salah seorang staf pengajar Ponpes YAPI, Abdillah Al Habsy, Rabu 16 Februari 2011.

Dikatakan, Reza harus dioperasi karena kelopak mata kanan robek. Dan, dikhawatirkan berpengaruh pada penglihatannya.

Lelaki tersebut mengisahkan, saat terjadi penyerangan, Reza berada di pintu gerbang untuk berusaha menghalau penyerang. Namun, santri tersebut kemudian tergeletak akibat terkena lemparan batu yang tepat mengenai mata.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Badroddin Haiti mengatakan, aksi pelemparan batu ke pesantren Al Ma'hadul tidak direncanakan. Penyerangan itu disinyalir merupakan kasus kriminal murni.

Badroddin menjelaskan, penyerangan yang dilakukan massa yang mengendarai sepeda motor itu berawal dari saling ejek pada pertandingan futsal dua tim.

"Peristiwa saling ejek di pertandingan futsal itu berbuntut pelemparan batu ke pondok pesantren," ujar mantan Kapolda Sumatera Utara ini.

Sebelumnya, pimpinan pesantren Habib Ali bin Umar mengatakan, penyerangan terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Saat itu para santri sebagian ada yang istirahat, sebagian ikut turnamen futsal. Penyerangan ini bukan kali pertama, namun sudah berulang beberapa kali. (sj)

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya

• VIVAnews
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Gudang Ilmu Powered by Blogger