Jumat, 11 Desember 2009

Mudik Telah Tiba

Mudik lebaran segera dimulai. Sejumlah petaka mengintip.

Jum'at, 10 Agustus 2012, 21:17 Desy Afrianti, Siti Ruqoyah, Syahrul Ansyari
Arus mudik
Arus mudik (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Masa mudik lebaran segera dimulai. Warga yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung halamannya mulai melakukan perjalanan Sabtu 11 Agustus 2012. Guna menjamin kelancaran, keamanan dan kenyamanan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1433, polisi menggelar "Operasi Ketupat".

Sebanyak 88 ribu personel gabungan dari Brimob, Shabara, pasukan Patwal, Dalmas, dan objek vital, diterjunkan dalam operasi yang dimulai 11-26 Agustus 2012.

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Timur Pradopo, memerintahkan semua anggotanya untuk memberi perhatian lebih bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor. Sebab para pengendara motor ini lebih rentan celaka.

Menurutnya motor tidak didesain untuk perjalanan jauh. Namun, mantan Kapolda Metro Jaya itu memahami sepeda motor masih jadi primadona pemudik karena lebih murah.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan, masih saja ada pemudik motor yang berboncengan 3-4 orang. Selain membonceng anak mereka yang masih kecil, pemudik motor juga membawa barang-barang. Dia menyebut sebanyak 76 persen kecelakaan pada 2009-2011 didominasi oleh sepeda motor.

"Menghadapi seperti ini tentunya, langkah-langkah preemtif perlu kami lakukan," kata Timur usai Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat 'Ketupat 2012' di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat 10 Agustus 2012.

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Mabes Polri, pemudik 2011 menggunakan 3,3 juta unit sepeda motor. Kini, jumlahnya diperkirakan naik 12 persen dari tahun lalu.

Saat ini pemerintah dan instansi terkait sudah menyiapkan angkutan massal yang lebih aman untuk mudik. Salah satunya adalah bantuan kapal oleh TNI. Timur menyarankan agar pemudik memanfaatkan angkutan dan pelayanan yang disediakan itu, sehingga dapat menekan kecelakaan di jalan dan permasalahan yang ada.

Untuk antisipasi polisi juga sudah bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah dan perusahaan untuk mengangkut sepeda motor menggunakan truk. Sedangkan pemiliknya naik bus.

Sebanyak 15 bus disiapkan di dua check point, yakni di kawasan Tangerang dan Bekasi. Penyediaan ini dimaksudkan agar pengendara motor dengan penumpang lebih dari dua orang bisa menggunakan bus yang sudah disediakan.

Artinya, pemudik bermotor tetap bisa melanjutkan perjalanannya tanpa harus membawa beban yang banyak. Jika dalam satu unit motor berisi tiga orang yakni ayah, ibu dan anak, serta barang-barang bawaan, maka anak dan ibunya bisa menumpang di bus, dan bertemu lagi di kota tujuan.

"Itu lebih memudahkan dan tidak cepat lelah karena membawa motor tidak dengan beban yang banyak. Jika tetap ingin membawa motor untuk mudik, kami sarankan selalu dalam kondisi fit, dan beristirahat jika sudah mulai lelah. Kebanyakan korban kecelakaan itu karena kurang konsentrasi dan kelelahan," ujar Timur. Selain itu, polisi akan menindak pengendara motor yang membawa penumpang melebihi kapasitas.

Timur mengungkapkan jumlah warga yang mudik melalui jalur darat pada tahun lalu mencapai 5,5 juta jiwa. Angkutan sungai dan penyeberangan 3,4 juta jiwa, kemudian laut 1,7 juta dan udara 3,3 juta jiwa. Pada tahun ini diperkirakan ada peningkatan sekitar 10-15 persen.

PT Jasa Marga memprediksi kondisi puncak arus mudik jatuh pada H-3 lebaran atau Kamis, 16 Agustus 2012. Saat puncak mudik terjadi, jumlah kendaraan yang melintas di gerbang Tol Jakarta-Cikampek akan naik sekitar 178 persen dibanding hari biasa.

"Pada hari biasa, rata-rata kendaraan yang melintas sekitar 16.221 kendaraan per hari, pada H-3 Lebaran diperkirakan mencapai 45.092 kendaraan," ujar Kepala Biro Operasional PT Jasa Marga, Hasanuddin kepada VIVAnews.

Di gerbang tol utama atau gerbang Tol Cikampek pada H-7 sampai dengan H+1, akan mengalami peningkatan jumlah kendaraan hingga 11,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan pada arus balik, menurut Hasanuddin pada H+1 sampai H+7 akan terjadi peningkatan jumlah kendaraan mencapai 7,82 persen dibanding dengan arus mudik.

Untuk mengantisipasi kepadatan di gerbang tol utama, pihaknya akan menutup pintu masuk Tol Cikampek selama arus mudik berlangsung. Kendaraan yang masuk akan dialihkan melalui gerbang Tol Kalihurip.

"Jika terjadi kemacetan di ujung Tol Cikampek arah Pantura, kami memperkirakan imbasnya mencapai jalan tol," kata Hasanuddin.

Jasa Marga juga menerapkan skenario lalu lintas, yaitu jika kemacetan telah mencapai Kalihurip, pengguna jalan tol yang akan menuju Pantura dialihkan ke luar di gerbang Tol Kalihurip Utara. Setelah gerbang tol tersebut, pengguna jalan disarankan belok kanan di pertigaan pertama yang menuju arah flyover Cikampek.

Selanjutnya jika kepadatan kendaraan sudah mencapai simpang Dusun Dawuan, maka para pengguna jalan tol yang hendak menuju Jawa Tengah disarankan belok ke arah Tol Cipularang dan keluar di gerbang Tol Sadang.

Dari ke luar tol Sadang pengguna jalan dipersilakan lurus dan masuk Pantura melalui Subang, Cikamurang, Kadipaten, dan Cirebon. Opsi lainnya jika jalur Pantura macet total maka Jasa Marga akan menyarankan melalui lintas Selatan.

Dia menjelaskan, jalur lintas Selatan ini adalah tol Cipularang dan keluar di Cileunyi, Sumedang, Kadipaten, dan Cirebon. Jalur lainnya juga bisa melewati Nagrek, Malangbong, dan Tasikmalaya.

"Untuk mendukung, kami sudah menyiapkan rambu-rambu di tempat-tempat yang strategis untuk memudahkan pengguna jalan tol mencari alternatif yang sesuai dengan tujuan mereka," katanya.

Angka kecelakaan
Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Puji Hartanto, meminta kepada warga yang akan mudik lebaran untuk selalu menjaga kewaspadaan di jalan, terutama mereka yang menghindari jalur utama.

Lokasi rawan kecelakaan antara lain Sumatera Selatan, Lampung, seluruh provinsi yang ada di Jawa-Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali. Dari data yang sudah dihimpun, jalur alternatif adalah lokasi kecelakaan tertingi selama mudik.

Titik rawan kecelakaan berada di sejumlah jalur alternatif setelah keluar Tol Cipularang. Kondisi jalan yang sepi akan memancing pengguna jalan melaju dalam kecepatan yang tinggi. "Dari data tahun 2011, terdapat banyak kecelakaan di jalur alternatif. Pengemudi yang masuk jalur alternatif agar berhati-hati," kata Puji.

Dicontohkan, dari pintu keluar Tol Cipularang ke Cikamurang arah Kalijati merupakan salah satu jalur alternatif untuk mudik, di jalur itu salah satu daerah rawan kecelakaan. Penyebab lain kecelakaan karena pengemudi tidak hafal karakteristik jalur yang sedang dilalui.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, lanjut Puji pihaknya sudah menyiapkan pos pengamanan dan rambu-rambu untuk penerangan dan petunjuk. "Pada jalur macet biasanya angka kecelakaanya menurun. Untuk titik-titik rawan lainnya mungkin di Pantura," jelas dia.

Angka kecelakaan tahun lalu meningkat dibandingkan musim mudik lebaran 2010. Berdasarkan catatan polisi ada 4.006 kasus. Angka ini naik sekitar 996 kejadian atau meningkat 33,08 persen dibandingkan lebaran tahun sebelumnya yaitu 3.010 kasus. Angka itu dicatat pada kurun 23 Agustus hingga Minggu 4 September 2011.

Korban meninggal akibat kecelakaan, turun dari 746 pada 2010, menjadi 661 orang pada 2011. Sementara korban luka berat naik 155 orang, atau 15,91 persen.

Selain peningkatan jumlah kecelakaan, kerugian material juga ikut naik. Jumlahnya mencapai Rp7,5 miliar atau naik 220 persen. Pada H-4 Lebaran saja, kerugian kecelakaan mencapai Rp2 miliar.

Kecelakaan terbanyak adalah tabrakan depan-depan atau "adu banteng". Korban kecelakaan jenis ini mencapai 81 orang. Lokasinya paling banyak di jalur mudik yang tak memiliki median jalan.

Kecelakaan tunggal, mengantuk, dan mengendarai sepeda motor lebih dari dua orang, juga ikut memperpanjang daftar korban. Peristiwa lain adalah tabrakan depan-belakang tercatat 37 kali. Lalu kendaraan menabrak pengguna jalan juga cukup tinggi. Sudah 40 kali kejadian ini menimpa warga di sepanjang jalur mudik.

Bagi pengendara sepeda motor, penyebab kecelakaan paling banyak adalah karena berboncengan lebih dari satu orang. Jumlahnya mencapai 104 orang. Pada urutan kedua karena mengantuk. Ada 32 kasus, dan 88 pengendara motor celaka akibat kondisi fisik yang lelah.

Bahkan jumlah kecelakaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya tercatat 134 kasus kecelakaan, dan korban jiwa mencapai 21 orang. Dalam upaya penertiban, polisi melakukan tilang bagi 16.534 pemudik selama arus mudik Lebaran.

Meningkatnya angka kecelakaan paling banyak disebabkan kesalahan manusia atau human error. Selama mudik Lebaran, ada 24 kejadian kecelakaan di jalan tol, menyebabkan lima orang meninggal. Salah satunya adalah Virginia Anggraeni, istri artis dangdut Saepul Jamil. Sedangkan korban luka berat sebanyak delapan orang dan 16 lainnya luka ringan.

Kecelakaan paling banyak terjadi di KM 56-154 Tol Purbalenyi atau Cipularang dan Padalenyi. Faktor mengantuk, dan melaju dengan kecepatan tinggi plus muatan barang berlebihan adalah penyebab kecelakaan terbesar. (eh)






© VIVA.co.id
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Gudang Ilmu Powered by Blogger