Kamis, 31 Desember 2009

Perenang putri Cina bantah doping

Perenang Cina berusia 16 tahun, Ye Shiwen membantah menggunakan doping untuk meningkatkan kemampuannya, setelah memecahkan rekor dunia di Olimpiade London.

Selasa, 31 Juli 2012, 14:27 WIB
Ye Shiwen

Setiap peraih medali di Olimpiade akan menjalani tes doping.

Perenang Cina berusia 16 tahun, Ye Shiwen membantah menggunakan doping untuk meningkatkan kemampuannya, setelah memecahkan rekor dunia di Olimpiade London.

Ye memberikan pernyataan untuk membantah tuduhan seorang pelatih AS menggambarkan penampilan Ye "menganggu" pada nomor 400 meter gaya ganti individual putri.

Ye berenang di gaya ganti individu 400 meter lebih cepat beberapa detik dibandingkan catatan sebelumnya, dan pada 50 meter terakhir lebih cepat dibandingkan bintang renang putra AS Ryan Lochte dalam pertandingan di nomor putra.

Tetapi Ye Shiwen membantah tuduhan itu "Catatan waktu saya didapat dari kerja keras dan latihan dan saya tidak akan pernah menggunakan obat-obatan yang dilarang. Masyarakat Cina bersih."

Pemimpin tim renang Cina Xu Qi mengatakan kepada media pemerintah Xinhua, bahwa catatan waktu Ye telah diperkirakan.

"Membandingkan catatan waktu Ye dengan Lochte sangat tidak berarti," kata dia.

"Ye berada di belakang setelah 300 meter dan dia berusaha semampunya untuk memenangkan pertandingan, tetapi Lochte telah memimpin sejak awal sehingga tak perlu meningkatkan kecepatan."

Kepala anti doping Cina mengatakan atlet Cina telah melakukan setidaknya 100 tes doping sejak tiba di London, dan tak satupun atlet Cina yang positif.

Wartawan BBC di Beijing, Martin Patience mengatakan tuduhan itu telah menimbulkan kemarahan di kalangan pengguna internet di Cina, yang menuduh negara lain cemburu dengan kemenangan Ye.

Mengejutkan

Senin lalu, Ye Shiwen membukukan waktu lebih cepat sekitar lima detik dari catatan sebelumnya dan memecahkan rekor dunia lebih.

Para komentator pun terkejut dengan catatan waktu Ye, termasuk dari BBC Clare Balding yang mengatakan sejumlah pertanyaan akan diajukan berkaitan dengan penampilan perenang itu.

Pelatih AS John Leonard, yang merupakan direktur eksekutif Pelatih Renang Dunia, mengatakan penampilannya "tidak dapat dipercaya" dan "menganggu".

"Sejarah olahraga kali akan mengatakan kepada anda bahwa setiap waktu menunjukkan sesuatu, dan saya akan memberi tanya pada kejadian ini, tidak dapat dipercaya, sejarah menunjukkan bahwa itu akan diketahui adanya doping," kata Leonard kepada koran Inggris Guardian.

Tim renang Cina berulangkali diterpa skandal doping, pada tahun 1990an.

Tujuh perenang dites doping pada Asian Games 1994, dan empat tahun kemudian perenang Cina gagal dalam tes doping para pra pertandingan yang digelar sebelum kejuaraan renang dunia di Australia.

Arne Ljungqvist, ketua komisi medis untuk Komite Olimpiade Internasional, menyebut spekulasi itu menyedihkan.

"Dengan cepat mengeluarkan tuduhan ketika anda melihat penampilan yang luar biasa - bagi saya itu berlawanan dengan daya tarik olahraga," kata dia.

Peraih medali emas Ye Shiwen, akan menjalani tes doping, seperti pemenang Olimpiade lainnya.

Seluruh peraih medali di Olimpiade menjalani tes doping. Bagi atlet yang penampilannya lebih cepat dibandingkan yang mereka raih sebelumnya akan menjalani tes tambahan.

jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Gudang Ilmu Powered by Blogger